Tidak Semua Harus Dibagikan
Assalamualaikum,
Hai,
Celotehnisa.com | Tidak Semua Harus Dibagikan - Sudah lama ya, aku tidak benar-benar duduk dan menulis seperti ini. Akhir-akhir ini aku merasa seperti kembali ke pengaturan awal. Pelan-pelan saja, tidak ada kejadian besar, tidak ada titik balik yang dramatis. Tapi tiba-tiba sadar… kok rasanya sekarang beda, ya.
Ada banyak hal yang berubah, meski tidak terlihat jelas dari luar.
Sekarang aku jarang bikin story. Bukan karena lagi sibuk banget atau hidup jadi lebih penting dari sebelumnya. Cuma memang rasanya… ya sudah, tidak ingin saja. Dulu, hal kecil pun rasanya ingin dibagikan. Entah itu foto, potongan aktivitas, atau sekadar kalimat singkat supaya orang tahu kita sedang apa, sedang di mana, atau sedang merasa bagaimana.
Sekarang banyak yang akhirnya cuma berhenti di diri sendiri.
Kadang tetap sempat ambil foto. Kadang tetap ingin menulis sesuatu. Tapi ya… disimpan saja. Tidak semua harus naik, tidak semua harus jadi konsumsi orang lain.
Hmm... aku juga tidak lagi terlalu suka terlihat. Entah sejak kapan berubahnya. Rasanya lebih nyaman kalau tidak terlalu diperhatikan. Bukan berarti menghilang. Aku masih ada, masih menjalani hari seperti biasa. Masih tertawa, masih lelah, masih kadang bingung juga.
Hanya saja, tidak lagi merasa perlu selalu muncul.
Lucu sih kalau diingat. Dulu mungkin ada fase ingin dianggap kuat, ingin terlihat baik-baik saja, ingin menunjukkan kalau hidup ini berjalan rapi. Seolah-olah kalau tidak terlihat rapi, berarti kita gagal mengatur hidup.
Padahal, kenyataannya tidak selalu begitu.
Sekarang malah capek sendiri kalau harus seperti itu. Ada rasa lelah yang tidak kelihatan, tapi nyata. Lelah karena terlalu sering “menampilkan” versi terbaik, sementara versi aslinya malah jarang diberi ruang.
Makanya mungkin sekarang aku lebih memilih diam.
Lebih enak begini. Lebih ringan.
Hari-hari juga terasa biasa saja. Tidak selalu seru, tidak selalu penuh cerita. Kadang ya hanya bangun, menjalani kewajiban, lalu pulang dengan perasaan yang datar. Tidak ada yang istimewa, tidak ada yang benar-benar ingin diceritakan.
Dulu mungkin aku akan menganggap itu membosankan.
Sekarang justru terasa menenangkan.
Tidak ada yang harus dikejar-kejar. Tidak ada yang harus dibuktikan. Tidak ada tekanan untuk terlihat “hidupnya berjalan baik-baik saja”.
Cukup dijalani saja.
Oh iya, soal berat badan… sepertinya memang agak naik sedikit. Mulai terasa dari cermin yang diam-diam memberi tahu perubahan kecil. Awalnya nyaris tidak sadar, tapi lama-lama tidak bisa diabaikan, hehe.
Sempat kepikiran, tentu saja. Namanya juga manusia.
Tapi kali ini aku tidak ingin buru-buru menyalahkan diri sendiri.
Aku lagi tidak ingin terlalu keras. Tidak ingin memaksa semuanya harus kembali seperti dulu dalam waktu cepat. Karena mungkin, kenaikan ini bukan sekadar angka. Mungkin ini juga cerita tentang hari-hari yang lebih santai, tentang pola hidup yang berubah, tentang diri yang akhirnya tidak terlalu dikontrol.
Memberi ruang untuk diri sendiri bernapas tanpa tuntutan harus selalu ideal.
Aku tidak tahu ini fase sebentar atau akan bertahan lama. Tapi untuk sekarang, aku cukup menikmati versi yang ini. Yang lebih diam, lebih santai, tidak banyak ingin terlihat, dan tidak terlalu sibuk menjelaskan hidup ke orang lain.
Versi yang mungkin tidak menarik kalau dilihat dari luar, tapi terasa lebih jujur dari dalam.
Kalau dulu rasanya ingin dilihat, sekarang aku hanya ingin merasa cukup.
Dan anehnya, justru di situ aku merasa lebih utuh.
Kalau kamu juga sedang ada di fase yang sama; lebih memilih diam, lebih nyaman tidak terlalu terlihat, lebih banyak menyimpan daripada membagikan. Mungkin kita memang sedang belajar hal yang sama bahwa tidak semua harus dibagikan, tidak semua harus dipahami orang lain, dan tidak semua harus terlihat sempurna.
Kadang, cukup kita saja yang tahu.
Kadang, cukup kita saja yang mengerti perjalanan kita sendiri.
Dan ternyata… itu sudah cukup.
Terima kasih 😊
