Mei yang Ramai
5/16/2026 09:36:00 PM
Assalamualaikum,
Hai,
Celotehnisa.com | Mei yang Ramai - Ssssttt... mau curhat dikit. Kepala rasanya lagi agak penuh. Banyak hal yang dipikirkan datang hampir bersamaan, hingga kadang bikin capek sendiri. Biasanya cuma dipendam, tapi kali ini rasanya pengen ditulis aja barangkali hati jadi sedikit lebih lega.
Beberapa minggu terakhir benar-benar ramai. Biaya sekolah anak-anak mulai datang satu per satu, persiapan wisuda dua anak juga lumayan bikin menguras dompet, kebutuhan rumah tetap jalan seperti biasa, ditambah lagi awal Juni nanti ulang tahun anak lelakiku.Belum selesai memikirkan itu, ada beberapa deadline pekerjaan yang juga harus dibereskan. Rasanya baru duduk sebentar, sudah ingat ada tugas lain yang menunggu. Kepala jadi seperti tidak pernah benar-benar istirahat.
Belum lagi beberapa pengeluaran tak terduga yang datang tiba-tiba. Memang ya, kadang yang bikin panik itu bukan pengeluaran yang sudah direncanakan, tapi yang datang tanpa aba-aba. Ada saja hal yang harus dibayar atau dibeli mendadak saat kondisi keuangan lagi brutal.
Begini rasanya jadi dewasa, hehe. Tetap harus berjalan walaupun pikiran sedang penuh. Tetap harus terlihat tenang meski sebenarnya sedang bingung membagi banyak hal sekaligus.
Dan... mungkin begini juga rasanya menjadi orang tua. Saat capek pun tetap memikirkan anak-anak lebih dulu. Saat banyak kebutuhan, tetap berusaha supaya mereka tidak ikut merasa khawatir.
Yang bikin lelah sebenarnya bukan cuma soal banyaknya pengeluaran atau pekerjaan. Tapi karena semuanya dipikir sendiri. Tidak ada tempat yang benar-benar untuk bertukar pikiran. Tidak ada orang yang bisa diajak duduk lalu bilang, “Ini gimana ya enaknya?”
Jadi, ya... dipikir sendiri lagi.
Bantuan nafkah juga begitu-begitu saja, mentok lima ratus ribu rupiah!. Sementara kebutuhan anak-anak terus berjalan dan waktu tidak pernah menunggu keadaan kita sedang siap atau tidak.
Ada momen ketika rasanya ingin menyerah sebentar saja. Bukan menyerah dengan hidup, cuma lelah jadi orang yang harus kuat terus.
Namun, di rumah masih ada anak-anak yang tetap bercerita dengan semangatnya. Tetap rebutan hal-hal kecil. Tetap bertanya ini itu. Dan entah kenapa, hal sederhana seperti itu selalu berhasil bikin hati sedikit lebih tenang.
Di tengah semua hectic ini, aku juga mulai memikirkan ulang tahun anak keduaku. Tidak ada rencana besar sebenarnya, hanya ingin dia tetap merasa bahagia di hari ulang tahunnya. Karena waktu cepat sekali berjalan. Rasanya baru kemarin dia kecil dan tidur sambil memelukku, sekarang sudah mulai besar sedikit demi sedikit.
Aku takut terlalu sibuk memikirkan hidup sampai lupa menikmati masa tumbuh mereka.
Mungkin memang beginilah hidup orang dewasa, ketika semuanya datang bersamaan. Tagihan datang, pekerjaan menumpuk, pikiran ramai, tapi hidup tetap harus dijalani seperti biasa.
Menyelesaikan satu per satu yang bisa diselesaikan, tidak membandingkan hidup dengan orang lain, dan tetap percaya kalau semua masa berat ini nantinya akan lewat juga.
Aku cuma berharap semoga rezeki selalu cukup untuk anak-anak. Semoga pekerjaan lancar. Semoga hati yang lagi capek ini tidak lupa caranya bersyukur dan tetap kuat.
Sejauh apa pun lelahnya hari ini, aku tetap ingin menjadi rumah yang hangat untuk anak-anak. Dan mungkin, itu salah satu alasan terbesar mengapa seorang ibu selalu menemukan tenaga untuk bertahan lagi, dan lagi. 💖
Terima kasih 😊
