Notifications
Translate Page

Self Love; Kunci Kebahagiaan Hidup atau Sebaliknya?

Self Love; Mencintai Diri Sendiri. Sudah benarkah cara kalian selama ini? Yuk, kita simak self love versi Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri berikut ini.

 Assalamualaikum.

Hai-

Celotehnisa.com |  Self Love; Kunci Kebahagiaan Hidup atau Sebaliknya? - Apa kabar semuanya? Semoga baik dan selalu bahagia, ya. Katanya, salah satu cara untuk bahagia adalah dengan cara mencintai diri sendiri atau dikenal dengan istilah self love. Benar gak sih self love merupakan kunci kebahagiaan seseorang atau malah justru sebaliknya? Yuk, kita bahas self love dari sudut pandang Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri berikut ini.

...

"Yaa, salam ..."

"Boros banget gak ya? ..."

"Gue tadi beli sepatu sampai segitu ...?"

"... Ah, tapi santailah, ya."

" ... Kan self love ..."

" ... Kalau gak kaya gini ... Gak happy lah, ya?"

" ... Ya kan? ..."

"Eh, iya kan, ya?"

" ... Eh, enggak, ya? ..."

" Ah, tau ah! ..."

....



Self Love; Kunci Kebahagiaan Hidup atau Sebaliknya? 

Gimana? Pernahkah kalian mengalami perdebatan dengan diri sendiri sesuai ilustrasi tersebut? Apalagi barang yang kita beli atau uang yang kita keluarkan cukup menguras kantong. Rasa senang dan bahagia itu tentu ada, ya kan? Tetapi apakah hal tersebut merupakan solusi yang tepat? Apalagi untuk kita yang punya isi kantong pas-pas an, justru akan menambah masalah baru, hmmm ....

Akhir-akhir ini banyak orang yang menyerukan self love sebagai salah satu kunci kebahagiaan hidup. Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri mengajak kita untuk memahami dan memaknai self love secara luas, yaitu menyayangi diri sendiri dan menjaga diri agar memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat. Untuk mencapai itu semua, maka beliau menyampaikan beberapa poin yang harus kita perhatikan. 

1. Kesadaran tentang status diri

Hal pertama yang harus diperhatikan untuk mencintai diri sendiri adalah harus senantiasa sadar dengan apapun posisi kita di kehidupan dunia, sejatinya kita tetaplah hamba Allah. Sehebat dan sepintar apa pun, kita tetap makhluk yang lemah dan selalu memerlukan Allah setiap waktu dan keadaan. Dengan begitu, tidak menjadikan kita sombong dan lupa diri yang akhirnya akan menghancurkan diri kita sendiri.

2. Kebutuhan bukan keinginan

Ingat, jangan pernah mengejar keinginan. Mengejar keinginan sama halnya dengan minum air laut, semakin diminum maka akan semakin merasa haus. Tidak akan pernah ada habisnya. Fokus pada apa yang kita butuhkan. Apa yang diri ini butuhkan agar bahagia dunia dan akhirat. Hidup bukan semata-mata hanya dunia saja, kita akan kembali ke tempat yang lebih kekal, yaitu akhirat. Gunakan sebaik-baiknya agar kita menjadi orang selamat dunia dan akhirat.

3. Merawat diri baik lahir maupun batin

Bukan hanya fisik, tetapi harus kita juga harus merawat jiwa dan batin diri. Jika keduanya dirawat dengan maksimal, maka energi positif akan terpancar dan hal tersebut akan mempengaruhi mood serta semangat kita.

4. Tegas pada batasan

Allah itu memiliki batasan dan aturan-aturan untuk memuliakan hamba-Nya. Kita sebagai hamba harus tegas pada diri sendiri untuk selalu taat dengan batasan dan aturan tersebut. Dengan kita mengikuti batasan yang telah Allah tetapkan, bukankah kita telah memuliakan diri sendiri? Hal inilah yang yang membedakan kita sebagai manusia; makhluk yang sempurna.

5. Melindungi diri sendiri

Kalau kita cinta dengan diri sendiri, tentu kita secara sadar maupun tidak tentu akan selalu berusaha untuk melindungi diri sendiri. Nah, dalam konteks ini, melindungi diri sendiri bukan hanya dari bahaya dunia, tetapi juga dari api neraka. Sudahkah kita berpikir sampai sini? Sampai mana kita sudah berusaha melindungi diri kita?

6. Memiliki tujuan hidup

Untuk apa sih kita diciptakan di dunia ini? Apakah hanya sekedar hidup saja? Tentu tidak. Sebagai seorang hamba, kita diciptakan di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah agar kelak dapat masuk surga dan mendapat ridha Allah swt. Inilah tujuan hidup kita sebenarnya, yaitu surga dan ridha Allah.

7. Allah harus lebih kita cintai dibanding diri sendiri

Ciri utama orang beriman adalah mencintai Allah dan Rasul-Nya. Cintailah Allah melebihi kita mencintai diri sendiri, pasangan, anak, harta, dan lain-lain. Cinta kepada makhluk atau kepada dunia hanya akan membuat kita kecewa dan sakit. Namun, cinta kepada Allah akan memberikan kedamaian dan rasa tenang karena Allah tidak akan pernah mengecewakan kita. 

8. Selamat mencintai diri sendiri 😊

Hmm.. Bagian terakhir alias penutup. Ya, sekali lagi saya tuliskan, selamat mencintai diri sendiri, ya. Semangat!


Semoga bermanfaat.


Sumber: muhammadnuzuldzikri (IG)

Baca Juga:

Tips Cara Merawat Kesehatan Mental

Lima Tahap yang Dilewati untuk Mampu Berdamai dan Menerima Luka

Fithratun Nisa
A mommy, teacher, and blogger.
Posting Komentar