Review Novel Broken Strings karya Aurelie Moeremans
Assalamualaikum,
Hai,
Celotehnisa.com | Review Novel Broken Strings Karya Aurelie Moeremans - Terima kasih sudah mampir dan membaca lagi di sini. Hampir enam bulan ini aku sudah jarang menulis di blog ini. Hingga akhirnya aku menyelesaikan bacaan sebuah novel berjudul Broken Strings. Novel ini dibagikan Aurelie Moeremans secara gratis di Instagram pribadinya. Aku membacanya tanpa banyak ekspektasi. Tapi ternyata, cerita ini justru membuatku ingin menulis.
Review Novel Broken Strings karya Aurelie Moeremans
Perlahan, relasi tersebut berubah menjadi grooming dan manipulasi emosional. Tokohnya mengalami kekerasan verbal, direndahkan, dikontrol, hingga akhirnya kekerasan fisik: tamparan, diludahi, dan luka bekas cakaran yang tidak hanya meninggalkan bekas di tubuh, tapi juga di harga diri.
Yang membuat novel ini terasa berat adalah cara kekerasan digambarkan. Tidak berisik. Tidak dilebih-lebihkan. Justru karena itulah ia terasa nyata seperti kejadian yang bisa dialami siapa saja di sekitar kita.
Salah satu hal paling penting dalam Broken Strings adalah kesadaran bahwa novel ini ditulis sebagai bentuk pemulihan. Aurelie Moeremans menulis bukan sekadar untuk bercerita, tapi sebagai cara untuk bertahan, menyusun ulang diri, dan memberi jarak pada trauma yang pernah ia alami.
Sebagai pembaca, aku bisa merasakannya. Cerita ini tidak meminta simpati. Tidak juga menggurui. Ia hanya jujur. Dan kejujuran semacam itu sering kali jauh lebih menyentuh daripada cerita yang dibuat dramatis.
Novel ini juga tidak menawarkan akhir yang manis dengan mudah. Tapi mungkin memang begitu kenyataannya. Pulih bukan tentang cepat sembuh, melainkan berani mengakui bahwa luka itu ada.
Semoga bermanfaat 😊

